Sabtu, 16 Desember 2017

Mungkinkah Trump mengubah keputusan?

Bisa saja, tapi tampaknya sulit.
Keputusan Trump ini memang berbeda dari presiden-presiden AS sebelumnya, mendapat kecaman dunia, dan mengejutkan banyak orang dan sepertinya Trump memang ingin berbeda dari presiden AS lain. 
www.bbc.com
Baca Juga : Sejarah Yerusalem

Minggu, 27 Maret 2016

Akibat tidur tidak memakai celana dalam, Inilah yang akan terjadi pada dirimu !!

Kebiasan buruk orang yang tidur tidak memakai celana dalam akan merasakan dampak yang aneh seperti didalam area vaginamu gatal dan sering terjadi dikarenakan ada bakteri yang sedang tumbuh berada disana. Rasa gatal ini bisa berubah menjadi infeksi yang cukup membahayakan jika kamu terus  menggaruknya.

Cara untuk mengatasi masalah upaya tidak bakal terjadi hal yang tak di inginkan, ada baiknya kamu tidak dengan tidak menggunakan celana dalam. Infeksi vagina dengan tidak menggunakan celana dalam maka area selangkang kamu jadi lebih kering. Sirkulasi udara membaik yang akan membuat bakteri penyebab infeksi enggan bertumbuh

Penyakit infeksi saluran kencing atau ISK terjadi dikarenakan adanya pertumbuhan bakteri di area kelaminmu. Bakteri ini bisa tumbuh di akibatkan dari area selangkangan yang lembat atau tidak bersih. Kemdian bakteri yang bisa masuk kedalam saluran kencing kamu dan bisa merubah menjadi penyakit ISK.

Sebabnya itu kamu harus disarankan untuk melepaskan celana dalam saat tidur lelap malam. Dikarenakan penelitian pun menunjukkan bahwa mengenakan celana dalam selama 24 jam mampu menyebabkan infeksi ringan.

Setiap orang tentunya akan merasa bahwa akan ke baukan vagina yang tidak beraroma tidak sedap padahal kamu merasa bahwa selama ini kamu cukup rajin untuk menjaga kebersihan area kewanitaan. Mungkin ada baiknya juga kamu mulai melepas celana dalam saat kamu tertidur lelap.

Beberapa hal ini disebabkan karena yang lagi lagi sedang tertidur lelap, area vagina butuh untuk bernapas. Jika kamu melepaskan celana dalam, maka area vagina akan kering dan mengakibatkan bakteri penyebab bau bisa lenyap.

Merasakan Ruam yang muncul di area selangkangan memang akan menyebalkan dikareanakn rasanya cukup perih. Biasanya ruam ini sulit untuk sembuh di sebabkan bergesekan terus saat kamu sedang berjalan kaki ataupun melakukan aktivitas.

Disini kamu tentunya sudah tahu dan apa yang harus dilakukan oleh disetiap diri sendiri demi masing masing kenyamanan kan. Dari pada kamu terjebak dalam situasi yang tidak mengenakan ini, maka sebaliknya kamu tidur dengan tidak memakai celana dalam. Upaya area selangakangan kamu akan selalu kering dan bebas dari ruam.



 

 

Alasan Wanita Sering Mendesah Saat Berhubungan Seks

 POKER

Variasi hubungan seks bukanlah hanya terpaku pada penetrasi (memaukkan batang penis ke dalam lubang vagina) saja. Hubungan seks juga erat sekali kaitannya dengan fisik dan emosi, dimana ketika pasangan suami istri sedang melangsungkan suatu hubungan, maka tak ayal pasangan tersebut akan merasakan sensasi yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya.
Kepuasan dan kesenangan secara intens, ini merupakan ekspresi yang akan didapatkan setiap pasangan semasa melakukan hubungan seks,bahkan sebagian besar wanita meluapkan perasaan senang dan kegembiraannya saat berhubungan seksk dengan cara mendesah. hampir sebagian besar wanita mendesah saat merasakan orgasme ketika melakukan hubungan intim.

"Lalu, apa alasan wanita sering mendesah ketika berhubungan seks? Apakah mereka merasakan rasa sakit hingga menampakkan ekspresi seperti itu ataukah mereka justru merasa senang ? "

Alasan secara pasti mengapa wanita mendesah saat berhubungan seks belumlah diketahui. Namun jika kondisi tersebut dikaitkan dengan emosi seorang wanita, maka ekspresi tersebut merupakan bukti kesenangan yang mereka rasakan, sehingga pada akhirnya mereka tidak bisa mengendalikan diri selama melangsungkan hubungan hingga akhirnya wanita hampir selalu mendesah ketika melakukan hubungan seksual.

Umumnya, wanita lebih bertingkah berisik saat sedang melangsungkan suatu hubungan. Kemungkinan besar dari hal tersebut karena wanita merupakan makhluk yang sangat sensitif terhadap segala rangsangan, sehingga kenikmatan yang diterimanya semasa melangsungkan hubungan tidak dapat ia tahan hingga akhirnya menampakkan ekspresi tersebut, dimana ekspresi tersebut menciptakan suasana yang lebih erotis hingga dapat membakar gairah seks seorang pria.
Banyak kaum pria yang sependapat dengan pernyataan di atas, ini karena pasangan wanitanya juga sering kali menampakan ekspresi sedemikian rupa, sehingga mereka mendukung pernyataan di atas. Mungkinkah pasangan Anda salah satu di antaranya. Jika Ya,
"Lantas bagaimana tanggapan Anda tentang ekspresi yang ditunjukan oleh pasangan wanita Anda tersebut?"


Tentunya bila seorang suami mendapati istri mendesah saat berhubungan intim, hal tersebut akan semakin membakar gairah sang suami. Hal tersebut akan semakin memicu gairah seksual dari suami.
"Jadi, mengapa wanita lebih berisik dari pada pria ketika sedang melangsungkan suatu hubungan dan alasan apa mereka sering kali mendesah saat sesi penetrasi sedang berlangsung?"


1.Wanita sering mendesah saat berhubungan seks hanya karena ingin membangkitkan gairah seks pasangan prianya
Pada umumnya, pria merupakan makhluk yang sangat mudah untuk dirangsang. Tentu saja semua panca indra pada diri manusia bisa digunakan untuk menunjang rangsangan tersebut, suara salah satunya. Suara lembut namun erotis, kedua ciri ini terkandung pada desahan yang dikeluarkan oleh wanita, dimana desahan tersebut yang akan membakar gairah seks seorang pria, hingga pada akhirnya pria mendapatkan suplai gairah guna memperpanjang durasi bercinta.



2.Tidak bisa menahan kesenangan yang dirasakan semasa hubungan seks sedang berlangsung
Alasan lainnya mengapa wanita sering kali mendesah saat behubungan seks adalah ungkapan rasa senang pada dirinya, dimana desahan, jeritan dan erangan yang dikeluarkan wanita ketika sesi penetrasi berlangsung adalah wujud dari kesenangan yang ia rasakan hingga mereka bertingkah laku seperti itu.
3.Berpura-pura memalsukan orgasme
Mungkin Anda tidak percaya bahwa jeritan dan erangan yang dikeluarkan oleh wanita ketika sedang melakukan suatu hubungan adalah ekspresi tipuan yang sengaja dilakukannya. Ini semua sering kali dilakukan karena ia menghormati kinerja seks yang diberikan oleh pasangan prianya. Banyak alasan lain yang melatarbelakangi kejadian ini, salah satunya adalah menghindarkan diri dari pertengkaran antar pasangan.

Banyak kasus yang ditemukan bahwa kehidupan seks sering kali mempengaruhi keharmonisan rumah tangga, dimana wujud ekspresi yang ditunjukan oleh pasangan wanita tersebut merupakan kebohongan yang dilakukan agar kondisi tersebut tidak berimbas pada keretakan rumah tangganya.
Memang pada kenyataannya untuk bisa memberikan kepuasan terhadap pasangan wanita membutuhkan waktu yang cukup lama, dimana sekarang ini banyak pria yang mampunyai beragam kelemahan seksual yang dapat memperburuk kehidupan seksualnya. Berpura-pura orgasme guna menghargai kinerja seks pasangan prianya merupakan salah satu sikap yang baik. Namun perlu Anda ketahui, bahwa kondisi ini lambat laun akan memunculkan kecurigaan pada pasangan wanita.
Mungkin pihak wanita tidak mempermasalahkan kondisi ini jika terjadi hanya satu atau dua kali, namun jika hal ini terjadi terus dan terus, maka lambat laun pihak wanita akan merasa tidak nyaman dengan kinerja seks yang Anda berikan, hingga pada akhirnya akan berdampak pada perselingkuhan dan perceraian.


Agar tidak terjadi kasus keretakan rumah tangga akibat tidak terpuaskannya istri, maka untuk menandingi stamina seksual istri tentunya suami membutuhkan tambahan stamina yang bahkan harus mencapai 10 kali lipat. Sokongan stamina seksual sangat diperlukan karena seperti diketahui bahwa stamina seksual wanita sangat besar bahkan bisa mencapai 10 kali lipat dibanding stamina seksual pria.

Cerita Soal Mantan, Ini Caranya Untuk Melupakan Semua Kenangan Dengan Mantan !!

Sebagai makluk sosial, masa tak luput dari interaksi antar sesama. Kita berupaya untuk menjalin hubungan dengan orang lain dan contoh salah satunya adalah hubungan yang kita lebel dengan nama nya ‘pacaran’



 Tapi, tidak semua hubungan pacaran berjalan mulus. Ada kalanya kita dihadapkan pada akhir yang menyakitkan, yaitu putus. Meskipun hati kita masih sayang sama dia. Namun, karena udah sepakat (ataupun tidak) yang namanya putus, kita musti harus melupakan rasa sayang itu, bukan?

Terkadang mantan itu memang sangat indah akan tetapi ingatlah dia hanya hidup di masa lalu anda, jadi ketahuilah disini ada beberapa cara manjur untuk melupakan mantan kamu tersebut.


1. Jauhkan Semua Benda Yang Berhubungan Dengan Mantan

Selama berpacaran tentu banyak hal yang sudah kamu jalani sama dia. Tentu banyak juga benda-benda yang kamu miliki berkaitan dengan sang mantan. Daripada benda it uterus mengingatkan kamu pada mantan, lebih baik benda itu kamu singkirkan. Bisa saja kamu satukan dalam satu kardus, dan menyimpannya ke gudang. Atau biar lebih bermanfaat (sekalian cari pahala) kamu bisa memberikan benda-benda itu kepada orang lain yang membutuhkan.

2. Hindari Nostalgia
Sulitnya melupakan mantan, terkadang disebabkan karena kita masih suka bernostalgia dengan kenangan bersama mantan. Padahal hal itu hanya akan membuatmu terpuruk di masa lalu. Ingat, masa lalu memang penting, tapi kamu harus tetap memikirkan masa depan. Berhentilah bernostalgia dengan kisah cinta kamu yang kandas, karena hal itu tak ada gunanya. Fokuslah menatap masa depan. Rajut cerita baru. Di depan sana, sesorang yang spesial pasti sudah menunggu kehadiranmu untuk menjalin kisah cinta yang lebih indah.


 3. Berusaha Untuk Tidak Bertemu Dengan Mantan Sementara Waktu

Sebenarnya, melarikan atau menghindari masalah adalah tindakan seorang pecundang. Tapi, kadangkala cara ini terpaksa harus dilakukan. Daripada kita terus-terusan tersiksa setiap kali bertemu mantan, apalagi kalau si mantan sudah dapat gandengan baru, lebih baik memilih menghindar bukan? Ingat, ini bukan karena kamu benci atau untuk selamanya. Ini kamu lakukan sementara, sampai perasaanmu terhadapnya kembali normal.

4. Sibukkan Diri Dengan Kegiatan Positif

Menyibukkan diri adalah salah satu cara yang memiliki peluang yang besar untuk berhasil melupakan mantan. Dengan menyibukkan diri, berarti pikiranmu akan teralihkan dari hal-hal yang berkaitan dengan mantan tersebut. Banyak hal yang bisa kamu lakukan, mulai dari pergi liburan, melakukan hal yang berkaitan dengan hobimu seperti main game, berbelanja, menulis fiksi, atau manfaatkan keberadaan keluarga dan teman-temanmu untuk ajak kumpul-kumpul. Siapa tahu dari kegiatan kumpul-kumpul itu kamu bisa menemukan sesuatu yang menarik, misalnya saja gebetan baru.

5. Membuka Hati Yang Baru
Katanya, cinta lama bisa terlupakan oleh cinta yang baru. Nah, nggak ada salah kamu coba cara ini. Buka diri kamu untuk menjalin hubungan yang baru. Buka hati kamu untuk orang lain menyentuhnya. Beri kesempatan orang lain untuk menjalin kisah romasa bersamamu. Siapa tahu orang itu adalah orang yang kamu butuhkan dan mampu membuatmu bahagia.


Beberapa Manfaat ini akan mampu membuat kamu akan cepat melupakan mantan tersayang kamu. Selamat bercoba yah....

by.  dagopkr

Tahukah Anda Untuk Payudara Anda Yang Sering Di Remas ??

Meremas payudara merupakan salah satu aktivitas perangsangan seksual yang berdampak pada meningkatnya gairah seksual Anda dan pasangan dan dapat menjurus ke arah hubungan intim.

Dampak apa yang Anda maksud pada "tidak melakukan hubungan intim, namun sperma pasangan keluar dan mengenai payudara"? Jika yang Anda maksudkan adalah kehamilan, maka kehamilan kemungkinan besar dapat  terjadi jika terjadi penetrasi penis ke dalam vagina dan terjadi ejakulasi. 


Namun apabila wanita sedang tidak dalam masa subur, maka kecil kemungkinan terjadi kehamilan. Pada aktivitas perangsangan seksual seperti petting, di mana tidak terjadi penetrasi maka tidak terdapat kemungkinan terjadinya kehamilan.  Bila ejakulasi terjadi di luar, maka kemungkinan terjadinya kehamilan sangat kecil. Sperma dalam udara terbuka hanya dapat bertahan hidup sebentar (5 detik) sehingga tidak berpotensi menyebabkan kehamilan. Sperma yang telah berada di udara luar lebih dari 5 detik tidak berpotensi menyebabkan kehamilan.


 Kami sarankan agar Anda dan kekasih Anda melakukan kegiatan yang  positif dan menghindari tempat yang kurang ramai sehingga dapat mengalihkan pikiran dari kehendak ingin melakukan hubungan intim. Kegiatan bersama seperti berolah raga bersama, memasak bersama, melakukan hobi bersama dapat membantu Anda menghindari perbuatan yang akan Anda dan kekasih Anda sesali.

Ternyata, Air Mani Bermanfaat Bagi Kesehatan Untuk Seorang Wanita !!!

Air mani yang merupakan sebuah cairan putih yang akan keluar ketika seorang pria sedang mengalami ejakulasi atau disebut kepuasan diri dalam bercinta. Biasanya air mani yang akan keluar dalam bentuk cairan, bisa kental dan terkadang juga bisa encer, tergantung dari kondisi seorang pria yang mengalami ejakulasi. Air Mani ini bisa keluar saat ketika seorang pria sedang mengalami ejakulasi, dan bisa keluar sangat banyak dalam sehari dikarenakan produksi air mani terasa sehat dan berjalan sekitar dalam waktu 10-15 menit. Secara pribadi, seorang pria bisa mengalami ejakulasi dan menguluarkan air mani dalam waktu yang telah ditentukan sekitar 15 menit paling cepat.

Tercatat sperma adalah manfaat pertama dari air mani dan yang paling penting adalah disetiap air mani yang keluar merupakan kurir yang menyambungkan berjuta juta sel sperma yang di perkirakan 200-800 juta, berfungsi untuk melakukan pembuahaan pada sel telur dan akan berkembang menjadi zigot yang diartikan sebagai janin bagi seorang perempuan hingga mampu melahirkan seorang bayi.

Secara pasti air mani juga mampu mencegah kanker payudara, dikarenakan mengandung zat zat yang kuat sehingga wanita tidak perlu cemas bagi kesehatannya. Sebuah penelitian yang telah mengungkapkan bahwa sperma yang terkandung di dalam air mani memiliki efek anti kanker. Efek tersebut ini yang diartikan adalah dapat mencegah munculnya kanker terhadap wanita, terutama kanker payudara.

 Air mani juga mendapatkan kesehatan bagi untuk kulit yang sangat ampuh. Beberapa komposisi yang terkandung di dalam air mani dan juga sperma, bisa bermanfaat untuk menjaga kesehetan kulit pada wanita pada umumnya. Faktor ini disebabkan oleh beberapa kandungan air mineral yang terkandung dalam air mani. Namun, beberapa orang yang sudah pernah mempraktekkannya telah mengakui, bahwa air mani dapat membuat kulit menjadi lebih halus dan akan lebih sehat setelah mencobanya

Beberapa penelitian telah menilai bahwa air mani mengandung banyak sekali energy potensial. Walaupun begitu, saat ini belum dapat kita ketahui secara pastinya penggunaan dari energy tersebut mampu menghasilkan energy potensial. Ketika seorang pria yang sedang berejakulasi dan mampu mengeluarkan air mani, ternyata di dalam tubuh juga dapat terjadi sesuatu pembentukan dan pelepasan energy yang cuku besar bagi wanita yang di sebut energy potensial.


Kesimpulannya adalah ketika seorang pria yang sedang mengalami ejakulasi dan mengeluarkan air mani tentunya ia akan merasakan hal lemas dan lelah akan tetapi yang dapat di rasakan oleh si wanita adalah dengan tanpa di sadari ia sudah memperoleh engergy potensial.

Kamis, 24 Maret 2016

Selamat


Selamat
Kepada
Osben Simalango,

Setiap hari kami bekerja keras untuk membuat kebiasaan sehari-hari Anda lebih inspiratif dan menghibur. Sementara Anda berada di sini, cek fitur-fitur menakjubkan yang tersedia di Dompet Media, aplikasi Yahoo Weather terbaru, dan juga Yahoo Mail untuk ponsel dan tablet.
Jika Anda mempunyai pertanyaan atau membutuhkan bantuan tambahan, silahkan kunjungi Pusat Bantuan kami.
Terima kasih dan semoga hari Anda menyenangkan.

Salam,

Dompet Media

Rabu, 09 Maret 2016

Renungan Seorang Hamba

Ya Allah…..
betapa nistanya diri ini, yang tidak mensyukuri nikmat-Mu. Aku
sering merasa tidak puas atas karunia-Mu. Padahal nikmat-Mu tidak bisa
kuhitung. Ya Allah betapa aku telah menganiaya diriku sendiri. Betapa
aku telah menyuburkan penyakit di dalam dada ini. Selama ini tak
kusadari bahwa aku telah menyemai bibit-bibit penyakit di dalam kalbuku.Kini
kudapati kalbuku penuh dengan noda dan dosa. Sadar atau tak
sadar…setiap detik, menit, jam atau hari aku menyemai noda-noda hitam.
Kini kulihat hatiku telah menghitam. Hanya ada sedikit titik putih
disana.Ya Allah, adakah dari titik putih itu aku bisa mulai
menghapus noda hitam? Adakah masih ada kesempatan buatku untuk
membersihkan tinta hitam yang membanjiri kalbuku? Adakah Engkau masih
memberi waktu buat aku untuk memperbanyak titik-titik putih yang terang
dalam kalbuku? Banyak tanya dan pikiran bergelut dalam sanubariku. Rasa
putus asa kadang menghampiri, walau kemudian diganti dengan asa. Silih
berganti asa dan putus asa datang. Aku nyata terombang-ambing dalam
kegelapan, penyesalan, kegelisahan dan berbagai rasa yang membuat hati
ini tidak tenteram.Aku menangis di malam yang kelam. Menangis
mengingat dosa dan noda itu. Menangis karena aku telah membuat hitam
kalbuku sendiri. Menangis karena kalbuku telah penuh noda dan dosa.
Menangis karena selama ini aku jauh dari-Mu, Ya Rabbi. Menangis karena
takut tidak ada lagi ruang bagiku untuk menambah titik terang di hatiku.
Takut dan khawatir titik terang/putih yang hanya kecil itu hilang sama
sekali.Ya Allah, di malam yang penuh berkah ini aku memohon dengan
penuh penyesalan ampunan dari-Mu. Berilah kepadaku kekuatan untuk mampu
membaca petunjuk-Mu, karena aku hanyalah seorang insan yang lemah.
Berilah kepadaku kekuatan untuk bisa menempuh jalan-Mu. Hamba sadar,
betapa berat ujian yang Engkau tebar untuk menguji hamba-Mu. Hamba
sadar, hamba tak punya daya, maka tolonglah hamba dalam menempuh ujian
yang Engkau berikan. Berikan kesabaran dalam menghadapi ujian yang amat
dahsyat ini. Ujian yang hanya sedikit dari hamba-Mu yang lulus.
Jadikanlah hamba insan yang termasuk dalam golongan yang sedikit itu…Ya
Allah…. Betapa aku melihat kalbuku telah penuh bercak hitam, aku masih
mempunyai setitik terang. Kuyakin seyakin-yakinnya bahwa Engkau masih
memberi kesempatan. Selama nyawa masih di badan. Selama masih ada
kemauan. Selama masih ada iman. Kuyakin Engkau masih memberi
kesempatan.Ya Allah, di malam yang benderang ini, hamba memohon
jadikanlah diri ini hamba-Mu yang tunduk kepada-Mu dengan rela. Berilah
hamba kekuatan untuk berjalan dijalan-Mu. Diri ini hanyalah makhluk
yang lemah, tidak punya daya selain yang Engkau anugerahkan.


DI Antara Tanda-tanda Kematian Hati, ialah “tidak adanya” RASA SEDIH, apabila seorang Hamba telah KEHILANGAN Kesempatan untuk melakukan taat kepada Allah, dan Tidak Juga MENYESAL atas perbuatan (Kelalaian dan Kemaksiatan) yang telah dia lakukan…
Hati Adalah tempat bertahtanya keimanan kita, tempat pahala dan Dosa bertaruh kalau kata Bimbo…karena itu, hati adalah Fondasi untuk menjaga benteng keimanan kita agar senantiasa kokoh, berdiri tegak menghadapai segala ujian, melawan segala macam godaan dunia dan Setan yang Dilaknat. Oleh karena itulah mengapa Keadaan hati seorang mukmin sangat penting untuk diperhatikan, karena Kondisi hati yang berubah-ubah akan menjadikan keimanan menjadi turun naik, dalam hal ini rasulullah SAW bersabda, “Dinamakan hati karena ia (selalu) berbolak-balik. Perumpamaan hati itu bagaikan bulu yang ada di pucuk pohon yang diombang-ambingkan oleh angin.” (HR. Ahmad)
Keadaan Fisik atau jasmanai Kita penting untuk diperhatikan juga, namun tidak lantas kita melupakan kondisi hati , memperbaiki dan menjaganya juga, karena kondisi hati inilah yang jauh lebih penting. mengapa ? karena hati kita-lah yang senantiasa dilihat oleh Allah, “Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak memperhatikan bentuk-bentuk luar kamu. Yang Allah perhatikan adalah hati kamu.” (hadits)
Oleh karena itu, menjaga dan menata hati, hendaklah menjadi prioritas penting dalam hidup ini, karena jika Hati itu ibarat sebuah besi, dia akan berkarat apabila lama tak diasah atau atau dibiarkan saja. Hati ibarat tumbuhan yang senantiasa harus selalu dirawat dan disirami agar tetap tumbuh, dan jika dibiarkan ia akan layu dan mati. Sedangkan manusia yang diberikan Hati OlehNYA akan terus dikelilingi oleh musuh dalam melakukan perjalanan sementaranya didunia. Nafsu amarah yang selalu membawa kepada kehancuran, begitu juga dengan nafsu syahwat dan syetan selalu mengiringinya dan selalu siap sedia menggodanya disetiap kesempatan. Untuk Itulah manusia yang ingin tetap hati nya terjaga, senantiasa Berdzikir (mengingat Allah) untuk membentengi hatinya tersebut.
Mengapa berdzikir ? Dzikrullah atau memperbanyak mengingat Allah, adalah ibadah agung yang bisa dilakukan dimanapun, dalam keadaan apapun. Karena, kadangkala kegelisahan masih juga dirasakan, walaupun kita setelah sholat, tadarus, atau sholat malam, walaupun juga setelah itu kita berdzikir. sebetulnya dzikir, mengingat Allah itu tidak hanya terbatas dilakukan sehabis sholat sebagaimana yang biasa umumnya dilakukan. Kemudian selepas sholat kita lupa dengan Allah yang maha perkasa dalam membolak-balikkan hati. Lupa dengan perintahnya kemudian terjerumus kedalam lembah larangannya. ibadah wajib seperti sholat dan puasa, ada tempat dan waktu larangan-laranagn tertentu, sedangkan berdzikir tidak dibatasi oleh tempat dan waktu tertentu. Dzikir senantiasa mengingat Allah dalam situasi apapun. Susah dan senang selalu menyertakan Allah di dalamnya, dan tentunya berdzikir dengan menyertakan hati kita, bukan hanya di lisan.
Sesungguhnya kita termasuk yang beruntung ketika menjaga hati kita dari “kematian hati”, “Dan banyak-banyaklah mengingat Allah supaya kamu memperoleh keberuntungan.” (Al Anfaal:45). Dalam ayat yang lain Allah berfirman, “Dan laki-laki dan wanita yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al Ahzab:35).
Dzikir adalah kehidupan bagi hati dan kelapangan dada. Dengan mengingatNYA, cukuplah Allah sebagai tempat kita mengadu dikala Sulit dan tempat berbagi saat kita Senang. Seberat apapun beban yang dipikul akan terasa ringan jika senantiasa mengingat Allah. Karena harus diyakini bahwa Allah SWT tidaklah memberikan cobaan yang berada diluar kemampuan hambanya. Dengan membiasakan hati berzikir kepada Allah akan membuat hati ini merasa aman dari segala bentuk kegelisahan dan kejahatan makhlukNya, dan tentu saja menjadikan hati kita sebagai raja yang mengendalikan akal pikiran kita, agar mampu berpikir dan bertindak dengan menyertakan hati. dalam keadaan, duduk, berdiri atau berbaring sekalipun, Mengingat Allah tetap bisa dilakukan, “Bila seorang Mukmin “pergi” ke Pembaringan dengan MENGINGAT ALLAH, sungguh…Tempat Tidurnya menjadi “Masjid Allah“. (Hasan Bashri)
Jika kita terus mengingatNya maka hati kita akan diliputi oleh perasaan tenang karena segala yang terjadi merupakan Kehendak Allah SWT atas hambanya sedangkan kewajiban kita hanyalah menjalani segala kehendak yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya. Ingatlah selalu akan firman Allah yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang.(Ar Ra’du:28)
Mudah-mudahan dengan catatan ini, akan selalu mengingatkan saya untuk selalu menjaga hati, dikala keimanan turun naik, disaat berupaya untuk tetap mampu istiqomah, karena banyak sekali ditemukan catatan tentang hati, tapi sebanyak apapun teori yang diperoleh, tanpa ada langkah konkret dan perbuatan nyata memperbanyak mengingat Allah, maka Ilmu tersebut hanya akan kita pikul tanpa membawa manfaat bagi diri…
Janganlah Meninggalkan dzikir, lantaran hatimu TIDAK menghadap kepada Allah, itu lebih Berat daripada kau melalaikan Allah tapi tetap berDzikir. Dan bisa diharapkan Allah akan meningkatkanmu, dari dzikir dengan lalai ke dzikir dengan sadar, dari dzikir secara sadar, meningkat ke dzikir dengan Hati Menghadap. Yang demikian bagi Allah bukanlah pekerjaan Sulit.Tiba-tiba aku terbangun oleh suara yang melengking tinggi. Suara itu menggema dan sangat panjang, seperti tiupan terompet super jumbo. Saking kerasnya, suara itu seperti mengoyak lubang telingaku dengan kasar dan membuat kulit muka dan dadaku bergetar serta mati rasa. Meski kututup telingaku serapat mungkin, suara itu tetap menembus dan memasuki relung-relung jiwaku yang paling dalam. Seolah semua anggota badanku menjadi telinga. Merasa kaki dan tanganku mendengar langsung.
Dan jantungku serasa hampir lepas ketika suara itu berhenti. Semuanya menjadi sangat sunyi dan sesuatu seperti berdengung di telingaku. Jika saja suara itu berbunyi agak lama lagi, aku berani bertaruh aku pasti sudah kehilangan indera pendengaran. Sungguh suara yang dahsyat. Serta merta aku bangkit dan menyaksikan hamparan padang putih yang sangat luas dan bahkan tak berujung. Padang itu dipenuhi banyak manusia dari semua ras. Mereka tak berbusana begitu juga aku. Dan tiba-tiba hawa udara yang sangat panas menyergap dan aku melihat matahari begitu dekat dengan kepalaku. Tengkukku hampir meleleh. Lalu kulihat segerombolan manusia yang melayang-layang oleh kepakan sayap mereka. Malaikatkah itu? Aku menatap sekelilingku dengan takjub, seperti seorang anak kecil yang melihat seperangkat mainan yang mahal.
Tempat apa ini?
Di mana?
Semua orang di situ juga sama bingung seperti aku. Tetapi seorang laki-laki yang berdiri di sampingku berkata,
“Inilah padang Mahsyar pada hari penantian sebagaimana yang dijanjikan Tuhan,” katanya.
Padang Mahsyar? Mengapa cepat sekali? Aku masih belum percaya. Rasanya aku belum mati. Aku belum pernah sakit keras atau sekarat. Aku merasa belum dishalati dan ditimbun dengan tanah. Aku belum meninggalkan dunia fana. Aku belum menyaksikan kedahsyatan kiamat.
Aku belum mati.
Tanpa dikomando, semua orang termasuk aku digiring menuju ke arah yang aku tak tahu apakah itu barat, timur, selatan, atau utara. Kami berjalan perlahan menuju tempat yang lebih terang dan lebih panas. Terdengar suara menggema yang bersahut-sahutan. Rupanya itu panggilan satu-persatu nama-nama manusia. Aku menunggu dengan tak sabar dan menatap ke ujung sana, di suatu tempat seperti jurang. Tempat itu lebih bercahaya karena ada kobaran api yang ganas di balik jurang itu.
“Itulah neraka yang panas, di bawah sana,” kata lelaki tadi.
Neraka? Tiba-tiba keringatku bercucuran, membentuk bulir-bulir air di seluruh wajahku. Jika benar ini hari di mana perbuatan manusia dipertanggungjawabkan, berarti kiamat memang sudah lewat. Aku jadi takut. Aku tak tahu apakah aku akan masuk surga atau neraka. Pikiranku kembali ke dunia fana. Susah mengingat-ingat kala dalam keadaan tegang seperti ini. Oh ya, aku ingat. Aku adalah seorang aktivis dakwah. Setiap hari sibuk dengan urusan agama. Ceramah di sana-sini. Berinfaq sekian banyak. Aku tidak pernah meninggalkan shalat dan puasa wajib. Yang sunnah pun aku tekuni. Aku sering jadi imam di masjid-masjid besar. Aku dihormati umat. Tentu saja aku termasuk golongan orang-orang yang beriman. Ya, aku yakin aku akan masuk surga.
‘Ya Allah Yang Maha Pemurah, masukkanlah aku ke dalam surga-Mu bersama hamba-hambamu yang beriman,’ bhatinku penuh harap.
Aku semakin yakin bahwa aku akan masuk surga ketika kulihat gerombolan manusia yang kepalanya menyerupai hewan. Mereka yang berkepala hewan pastinya akan dijilati api neraka jahanam, sedangkan wajahku masih mulus berbentuk wajah manusia. Kukira aku akan masuk surga. Surga. Surga, di manakah dia? Kulihat sebuah pintu yang sangat besar dan bercahaya. Pintu itu terletak di seberang jurang dan dijaga banyak malaikat bersayap.
Kukira itulah pintu surga.
“Lihat, itulah Surga yang dijanjikan Allah untuk hamba-hamba-Nya yang saleh. Harumnya bisa kucium, samar-samar. Bisakah kau?” ujar si lelaki seolah mengiyakan isi pikiranku.
Aku mengangguk antusias.
Ya, itulah pintu surga. Harumnya surga bisa kucium di tengah busuknya neraka yang menghalangi. Aku akan menuju ke sana. Tapi ternyata tak ada jembatan di atas jurang yang panas itu dan aku dilarang lewat oleh seorang malaikat bersayap banyak. Yang menyatukan kedua sisi jurang itu hanyalah untaian sesuatu yang lebih tipis dari pada sehelai rambut, hampir luput dari mataku. Ya, Shiratal Mustaqim. Tetapi bagaimana mungkin aku akan berjalan di atasnya? Tiba-tiba kulihat seorang pria berjubah berjalan dengan tenang dan anggun. Para malaikat melayang di kedua sisinya. Mungkinkah itu Rasulullah?
“Ya, Rasulullah yang mulia, shalawat dan salam atasnya. Beliaulah yang pertama memasuki surga,” jelas lelaki tadi.
Aku terkesiap. Seumur hidup aku mengimpikan untuk bisa bertemu dengan Rasulullah.
‘Ya Rasul Allah, menolehlah,’ bhatinku.
Ingin sekali aku melihat wajah Rasulullah meski hanya sebentar. Namun Beliau tak menoleh barang sedikitpun, terus berjalan dan memasuki pintu surga yang tinggi. Disusul oleh orang-orang mulia yang telah diceritakan dalam buku-buku sejarah yang membosankan—para nabi, sahabat Rasul, dan para mujahidin. Mereka melewati jembatan rambut—begitu aku menyebut Shiratal Mustaqim—dengan mudahnya. Ada yang berlari bahkan ada yang secepat kilat, seolah-olah jembatan rambut itu adalah sebuah jembatan beraspal yang lebar bagi mereka. Kulihat wajah para syahidin pada perang-perang Badar, Uhud, dan lainnya, memasuki pintu surga sambil tersenyum.
Antrian melewati jembatan rambut itu seperti tidak ada habisnya. Kini keadaannya sudah agak berbeda. Ada yang merangkak, ada yang sepelan kura-kura, bahkan ada yang bergelantungan di untaian yang sehelai itu. Agak menyakitkan ketika melihat orang-orang yang tidak berhasil melewati jembatan itu. Mereka terjatuh ke dalam neraka dan teriakan penyesalan mereka menggema berkali-kali. Membuat bulu kudukku berdiri tegak-tegak.
Lalu kulihat orang-orang yang hidup semasa denganku. Ya, itu si Hendra. Dia jatuh dengan menggenaskan. Ah, memang pantas neraka menjadi tempat untuknya karena sehari-hari hanya berjudi yang dilakoni. Lalu kulihat gerombolan pengamen yang dulu sering menggangguku di perempatan lampu merah. Tetapi anak-anak itu berlari-lari di atas Siratul Muttaqin dan sambil tertawa memasuki surga.
Darahku serasa menguap. Bukankah aku lebih mulia dari pada anak-anak gembel itu? Bukankah aku tak pernah mengeluh selama berdakwah di dunia? Bukankah aku orang yang ’shaleh’? Mengapa anak-anak itu lebih dulu masuk surga dari pada aku yang seorang pendakwah dan dihormati umat?
Ada yang salah kukira. Tapi sejurus kemudian kulihat tukang sapu yang selalu membersihkan trotoar di depan rumahku. Juga pengemis yang saban hari menyambangi rumahku. Pembantu rumah tanggaku yang bebal. Anak-anak pengajian yang kuajari cara mengeja Al Qur’an. Segelintir jamaah masjid yang selalu menjadi makmum di belakangku di masjid kecil dekat rumahku. Ada juga kedua orang tuaku dan adik kandungku. Mereka memasuki surga dengan senang hati.
Aku menjadi lemas seketika. Pastilah banyak dosaku. Betapa sombongnya aku menyangka akan masuk surga. Bagaimana mungkin aku akan masuk surga sementara dengan mata kepalaku sendiri aku melihat orang-orang yang kuanggap hina memasuki surga tanpa halangan?
Karena sangat lama aku jadi kesal menunggu. Tiba-tiba namaku dipanggil tanpa embel-embel gelar yang susah payah kuraih selama hidup di dunia.
“Vandi…..”
Dan aku disodorkan sebuah buku yang besar. Mungkin inilah yang berisi amalku selama hidup di dunia yang fana dan sementara. Yang membuatku berbesar hati adalah aku menerima buku itu dengan tangan kananku. Kukira ini berarti amalan baikku lebih banyak daripada amal buruk. Amal buruk? Oh, bukankah aku hampir tidak pernah berbuat kesalahan? Tentu saja surga akan kumasuki.
Tetapi ketika membuka buku itu, wajahku pias seketika. Ternyata pahalaku hanya lebih sedikit dengan dosaku. Bagaimana mungkin? Atau ada salah perhitungan? Aku ingin melihat apa saja dosaku hingga sebanyak itu. Kubuka buku itu dengan tergesa.
Yang kudapat hanyalah tulisan riya, riya, riya, dan riya. Apakah aku selalu riya ketika hidup di dunia? Apakah demikian?
Aku malu mengakui. Ya, aku memang riya dalam beribadah.
Aku shalat di masjid hanya untuk mendapat rasa hormat para tetanggaku. Aku berjalan di subuh yang dingin dengan setengah berharap ada tetangga yang menyibakkan gorden jendela mereka dan melihat betapa rajinnya aku ke masjid. Aku bersujud lama-lama, namun yang kupikirkan hanyalah orang-orang yang sedang menatapku dengan kagum. Aku membaca ayat-ayat Al-Quran ketika menjadi imam dengan sangat indah dan panjang-panjang, bukanlah untuk ibadahku kepada Allah, tetapi untuk mengambil hati para makmum bahwa aku memang pantas menjadi imam mereka. Aku bersedekah banyak untuk yatim piatu di panti asuhan di hadapan tamu-tamu terhormat agar aku dikenal dermawan. Namun ketika aku dipinta recehan oleh pengamen di kaca mobilku, aku jadi orang yang pelit sekali, berpaling mengabaikan. Aku bertahan membiasakan diri puasa sunnah sebanyak mungkin. Tidak ada yang kudapatkan selain rasa lapar, dahaga, dan image bahwa aku manusia yang saleh dari orang-orang disekelilingku. Aku berkotbah dengan berapi-api di depan kaca di kamarku, melatih diri agar aku tampil tidak mengecewakan di depan jamaah yang mendengarku nantinya. Aku hanya mencari perhatian bukan mengharap ridha Allah.
Aku jatuh terduduk lemas menyadari bahwa aku manusia yang sangat riya. Kubuka lembaran selanjutnya dan seterusnya, hanya tulisan riya yang tergores. Namun tiba-tiba kata takabur muncul. Kemudian munafik dan kikir.
Apakah aku takabur? Aku tidak akan menyangkal karena semua yang tertulis dalam buku ini adalah benar.
Akulah orang yang sangat sombong dengan kebesaranku sebagai orang saleh. Aku adalah orang saleh di mata tetanggaku tetapi tak ubahnya mahluk yang hina di hadapan Allah yang menguasai segalanya. Aku sangat munafik. Aku berbohong, ingkar, dan berkhianat. Kuceramahi jamaah di masjid sementara apa yang kusampaikan tak pernah kulakukan sendiri. Aku adalah orang yang sok tahu. Kukobarkan permusuhan dengan pemimpin Islam lain. Kulemparkan kata-kata bid’ah padahal aku sendiri tidak tahu apakah sesungguhnya yang dianggap bid’ah itu.
Aku juga orang yang sangat kikir. Aku sudah terlalu bosan dengan pengemis kecuali ada kenalan yang kebetulan sedang melihatku, kalau sudah begitu mau tak mau aku harus memberi agar dicap pemurah.
Ternyata jiwaku kotor, berlumuran dosa. Hatiku hitam dan keras bagai batu-batu gunung. Ketaqwaanku rendah, dan aku tak lebih baik dari seorang pengamen gembel. Kupanjatkan doa pengampunan meski aku tahu itu sudah terlambat. Allah takkan mendengarku lagi.
Tiba-tiba namaku sekali lagi disebut dan aku harus melewati jembatan rambut itu. Jembatan itu terbentang sangat panjang. Ketika aku bersiap melangkah, jembatan rambut itu serasa selebar satu meter padahal mataku melaporkan bahwa jembatan itu hampir tak terlihat karena tipisnya. Aku lega, pastinya tak akan sulit bila lebarnya satu meter. Aku melangkah dengan yakin dan setengah malu atas dosa-dosaku. Angin neraka yang panas dan menyesakkan dada menghembus angkuh, membuatku bergoyang-goyang. Makin lama aku berjalan jembatan itu semakin menyempit dan akhirnya hanya selebar satu jengkal. Aku jadi takut dan tegang. Aku harus berusaha menjaga keseimbangan untuk setiap langkah sementara neraka bergejolak di bawahku. Tiba-tiba aku terpeleset dan terjatuh. Tetapi tanganku berhasil menggenggam jembatan yang semakin tipis itu. Jadilah aku bergelantungan menyedihkan.
Semakin tipis jembatan itu semakin mengiris tanganku. Aku kesakitan dan berteriak-teriak minta tolong kendati pun aku sadar tidak ada yang bisa menolongku sekarang. Ujung-ujung kakiku sudah hampir melepuh oleh api neraka. Akhirnya aku melepas peganganku dan aku terjatuh, merasakan betapa panasnya api neraka menjilati tubuhku.
Tiba-tiba aku terbangun dan merasakan wajahku basah dan dingin. Sepasang tangan menjawil hidungku serta menepuk-nepuk pipiku. Ketika aku memicingkan mata, seseorang sedang bersiap-siap mengoleskan balsem di hidungku.
“Istigfar, Vandi, istigfar…” katanya.
Ternyata banyak pula yang mengerumuniku. Mereka berbisik-bisik ribut sekali. Aku baru ingat kalau aku sedang diundang ikut pesantren kilat di sebuah Madrasah sebagai pemberi materi untuk peserta/santri.
Aku mimpi buruk.
“Mimpi apa kok pake teriak segala? ” tanya Anggit, sahabat yang menemani undanganku.
“Habis tidurnya nggak baca doa sih…” yang lain menyahut setengah berbisik.
Mimpi apa? Ya Allah, betapa menyakitkan cara-Mu mengingatkanku akan dosa-dosaku. Dosa-dosaku, ya Allah, dosa-dosa yang sungguh sangat kotor dan mengotori. Ampunilah hamba-Mu ini, yang jiwanya berlumuran dosa-dosa hina yang selama ini terselubung. Aku mengharap ridha-Mu Aku mendambakan surga-Mu, ya Allah.
Aku benar-benar menyesalkan, betapa aku manusia yang hina dibandingkan teman-temanku di sekelilingku ini. Aku tak pantas berada di dekat mereka bahkan memanggil nama mereka pun aku tak pantas. Bisa kurasakan tubuhku gemetar seolah jasadku menolak untuk membungkus jiwaku yang busuk. Air mata mulai meleleh di ujung mataku dan aku menangis sesungguhkan menyesali semuanya.
http://syababul-huda.blogspot.co.id

Misteri Cinta Bung Karno

Misteri Cinta Bung Karno dengan Sosialita Filipina

Soekarno laki-laki yang bisa memberi pengertian, cinta, dan kelembutan

Total Bung Karno 2 by Roso Daras

Total Bung Karno 2 by Roso Daras

total bk2


Seperti di buku pertamanya, (Total Bung Karno : Serpihan Sejarah yang Tercecer – Roso Daras, Penerbit Imania, 2013. ) Buku ini merupakan kumpulan kisah-kisah tentang Bung Karno yang bersumber dari blog Roso Daras , seorang Sukarnois yang hingga kini rajin mengupdate tulisan-tulisannya tentang Bung Karno di blog pribadinya.
Berikut Kata Pengantar dari penulisnya yang terdapat dalam buku ini


Pengantar Penulis
Total Bung Karno dan Demokrasi Liberal


roso daras


Puji syukur dumateng Gusti Ingkang Ngakaryo jagat…. Sholawat serta salam kepada Sang Nabi SAW junjungan saya….


Sidang pembaca yang mulia, buku Total Bung Karno 2, Serpihan Sejarah yang Tercecer, akhirnya selesai disusun, dan kini sudah di tangan Anda. Begitu besar harapan yang menyertai penerbitan buku ini. Sebuah harapan, semoga buku ini bisa memperkaya khasanah bacaan di Tanah Air, dan lebih dari itu, mampu memuaskan dahaga kaum Nasionalis, khususnya saudara-saudara Sukarnois di mana pun berada.

Buku Total Bung Karno 2, adalah seri lanjutan dari buku dengan judul yang sama yang terbit setahun lalu. Sumber utama buku ini, masihlah berasal dari tulisan-tulisan yang saya posting di personal weblog (Iblog) saya : http://www.rosodaras.wordpress.com . Tentu saja, untuk menjadi layak buku, materi-materi itu sudah diperkaya dengan referensi lain.

Sedikit berbeda dengan buku Total Bung Karno pertama, maka pada buku ini, konten bisa diklasifikasikan menjadi tiga bagian besar. Pertama, periode pembuangan di Ende (1934 – 1938), kedua, tentang marhaenisme, dan ketiga, kisah-kisah human interest yang menarik untuk disimak tentang perjalanan hidup Putra Sang Fajar.

Khusus tulisan-tulisan yang mengangkat tema periode pembuangan Bung Karno di Ende, sekaligus menjawab permintaan khalayak atas terbitnya buku saya berjudul “Bung Karno Ata Ende” yang diterbitkan oleh Chakrisma bekerjasama dengan Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud. Karena sifat penerbitannya yang terbatas, sehingga buku tadi tidak tersebar secara luas. Karena itulah, saya mengangkatnya kembali sebagai bagian dari isi buku Total Bung Karno 2 ini.

Saat postingan ini saya unggah, buku masih dalam proses pembuatan dummy. Dari pihak penerbit, tengah mengupayakan endorsement dari sejumlah tokoh. Terbetik sejumlah nama yang tengah dimintai endorsement untuk buku ini, antara lain Joko Widodo, Prabowo Subianto, Kartika (Karina) Soekarno Putri, Permadi, SH, dll. Akan tetapi, hingga 20 Mei 2014, belum ada respon dari mereka.

Yang juga tidak kalah menarik adalah, latar belakang politik negeri, saat buku ini diterbitkan. Suasana Pemilu 2014 sedang berada pada tensi tertinggi. Terlebih jelang pilpres 2014. Sempat terbesit niatan meminta kedua capres: Prabowo Subianto dan Joko Widodo memberi endorsment pada buku ini. Sukurlah, niatan itu tidak terlaksana sehingga buku ini tidak terseret dalam pusaran politik praktis yang begitu menyesatkan.

Yang pasti, buku ini memang dipersiapkan pada bulan  Juni 2014, bulan Bung Karno, yang kebetulan saja sedang hangat-hangatnya kampanye Pilpres 2014. Seyogyanya memang buku ini tidak dikaitkan dengan momen Pemilu maupun dengan kedua Capres yang mengaku Sukarnois itu. Sebab, ingar bingar Pemilu, hanya berlangsung sesaat, sementara peredaran buku ini niscaya akan jauh lebih lama dari pesta demokrasi yang panas. Sebuah pesta demokrasi liberal yang sama sekali bukan demokrasi Pancasila idaman para pendiri bangsa termasuk Bung Karno.

Lepas dari itu semua, seperti harapan semula, semoga buku ini bisa diterima dengan baik di tengah masyarakat Indonesia. Terakhir , saya berterima kasih kepada pihak yang telah berkenan memberi endorsment pada buku ini. Terima kasih kepada Penerbit Imania. Tak ketinggalan, ucapan terima kasih tulus kepada keluarga tercinta, keluarga besar, para sahabat, dan semua pihak yang tidak bisa saya sebut satu persatu, atas dukungan dan kontribusi positif sehingga saya makin terbenam dalam belantara Sukarno yang amazing.

Merdeka!!!
###

Detail Buku
Judul : Total Bung Karno 2 : Serpihan Sejarah yang Tercecer
Penulis : Roso Daras
Penerbit : Imania
Cetakan : I, Juli 2014
Tebal : 458 hlm
ISBN : 978-602-7926-16-5

total bk12

Buku Total bung Karno 1 & 2 ini dibuntelkan oleh Penerbit Imania. Terima kasih untuk penerbit Imania yang telah mengirimkan buku-buku ini untuk saya baca dan review.

Sumber https://buntelanbuku.wordpress.com

Melati di Kegelapan


Karier Tony bagus, ia berhasil membeli sebuah rumah. Orangtuanya ingin ia segera menikah. Tony sudah punya calon istri, namun tak yakin pernikahan akan membuatnya bahagia.
Dalam kebimbangannya, Tony malah mengalami hal-hal mengerikan. Ia dihantui seorang gadis yang tewas dibunuh pacarnya. Lalu, suatu ketika, di kamarnya ia menemukan kepala anjing yang dipenggal dan dimasukkan ke kardus. Di dinding tertoreh tulisan “UTANGMU ADALAH UTANG DARAH!” dengan darah anjing itu.

Siapakah gadis yang menghantuinya? Mengapa tiba-tiba Tony diteror? Apakah Tony memutuskan akan menikah?


 Melati dalam Kegelapan adalah sebuah novel thriller bernuansa mistis yang mengisahkan seorang tokoh bernama Tony yang dalam kehidupannya dihantui oleh roh seorang gadis yang tewas dibunuh kekasihnya. Dikisahkan Tony adalah seorang kepala distributor perusahaan pakan ternak di wilayah Kalimantan Barat. Setahun setelah bekerja sebagai kepala distributoria dihantui mimpi dan penampakan roh seorang gadis. Setelah diselidiki ternyata roh gadis yang menampakkan diri kepadanya bernama Melati, seorang korban pembunuhan di sebuah ruko yang tidak jauh dari tempat tinggal Tony. Selengkapya...




MELATI

Melati di Kegelapan by Sidik Nugroho, Gramedia, Cet-1, Oktober 2014, 208 hlm, ISBN 978-602-03-0861-6

Sumber buntelanbuku.wordpress.com

Steal Like an Artist by Austin Kleon

Steal Like an Artist by Austin Kleon, Noura Books, Maret 2013, 160 hlm

steal-artis-cover 
 
Siapa bilang mencuri itu buruk? Mencuri adalah keharusan! Tak Percaya?


Orang-orang hebat sudah membuktikannya. Bintang basket Kobe Bryant mengaku bahwa semua gerakannya di lapangan dia curi dari para idolanya. Untuk menciptakan komputer Mac, Steve Jobs mencuri ide dari Xerox. Beatles awalnya adalah band yang menyanyikan lagu-lagu penyanyi lain.
Tak ada yang orisinal. Semua kreasi berasal dari sesuatu yang pernah ada. Dan kreativitas tidak pernah lahir begitu saja, butuh proses juga perlu diasah. Mencuri ide adalah awal menumbuhkannya.
Kreatif adalah melihat dari sudut pandang berbeda. Kreatif adalah mampu menyiasati keterbatasan. Kreatif adalah menemukan solusi terbaik dari permasalahan. Buku ini mengembangkan kreativitasmu, siapa pun kamu, dalam bidang apa pun kamu berkarya.

Sumber  https://buntelanbuku.wordpress.com/

Selasa, 08 Maret 2016

Dasty Baca Buku


28463297

Judul Buku : Alias
Penulis : Ruwi Meita
Halaman : 236
Penerbit : Rak Buku
Jeruk Marsala adalah seorang penulis novel romantis yang cukup tenar. Tiga dari enam novelnya telah diangkat ke layar lebar. Saat ini dia sedang mempersiapkan novelnya yang ketujuh. Namun seorang penulis lain, bernama Rinai, rupanya mencuri perhatian publik. Dua novel horor karya Rinai laku di pasaran. Bahkan rumah produksi yang tadinya ingin membeli novel Jeruk untuk dijadikan film, membatalkan rencana itu dan mengalihkannya ke novel milik Rinai.

Sebenarnya Jeruk tidak merasa kuatir dengan ketenaran Rinai. Karena Rinai adalah nama alias Jeruk sendiri. Sudah lama Jeruk hendak menulis novel bertema horor, sayangnya editornya tidak setuju. Akhirnya Jeruk menciptakan Rinai sebagai penulis novel horor. Jeruk juga meminta kesediaan Darla, sahabatnya untuk menhandle akun media sosial dan persuratan untuk Rinai.
Jeruk tidak sembarangan memilih nama Rinai. Nama itu diperolehnya dari liontin milik neneknya yang ditemukannya di dalam laci. Yang Jeruk tidak sadari adalah ada dendam yang hidup di dalam liontin itu. Darah Jeruk yang menetes di atas liontin itu saat berusaha membukanya melepaskan roh Rinai yang sesungguhnya.
Sudah kubilang. Dendam tidak pernah padam bukan? 
Nuansa mistis dan horor dalam novel ini terasa sejak awal memegang bukunya, dengan cover yang menampilkan gambar liontin dan warna hitam (plus saya mendapatkan notebook dan pensil karakter yang lumayan spooky tapi keren bersama buku ini… Thanks mbak Ruwi).Tetapi horor bukan satu-satunya nuansa dalam buku ini, ada thriller-nya juga ketika Rinai memutuskan untuk membalaskan dendam sesuai dengan apa yang ditulisnya di dalam novel. Ketegangan semakin memuncak ketika sosok Eru muncul. Eru yang misterius hadir dengan penjelasan yang membuat Jeruk mulai menyadari apa yang dilakukannya.
Novel ini mengangkat ide tentang penggunaan nama alias atau pseudonym oleh seorang penulis novel untuk menulis dengan genre yang berbeda. Hal semacam ini sudah sering dilakukan oleh beberapa penulis, terutama yang sudah terkenal di satu genre tertentu. Tapi bagaimana jika pseudonym atau nama alias itu benar-benar nyata dan mengambil alih kehidupan si penulis? Di sinilah dipertaruhkan harga untuk sebuah nama.
Di dalam novel ini disebutkan bahwa novel romance memang selalu punya peluang lebih besar untuk diterbitkan, tetapi novel horor/thriller punya pasarnya sendiri. Hanya saja saya merasa ketika membandingkan ketenaran antara Jeruk yang sudah menulis novel romance sampai 6 buku dengan Rinai yang baru menulis 2 novel horor agak sedikit berlebihan. Di dunia nyata, ada banyak penulis novel yang sudah menerbitkan banyak karya, tapi sangat jarang yang merasa insecure dengan kehadiran penulis lainnya, apalagi dari dua genre yang berbeda.
Namun novel ini menghibur dengan caranya sendiri. Saya menyukai penggunaan unsur anagram di dalam novel ini. Begitu pula dengan alur ceritanya yang rapi dan membangun ketegangan sejak awal kisah membuat saya tidak bisa melepaskan buku ini sampai selesai. Background lokasi di Jogja juga membuat saya lebih mudah menyerap kisahnya Tapi kalau boleh, saya ingin porsi Eru lebih banyak lagi. Saya penasaran dengan kisah Jeruk dan Eru selanjutnya.
Well…buat kamu yang ingin mencicipi misteri bernuansa horor karya anak bangsa, saya merekomendasikan novel Alias ini.
dasty baca buku